
Yogyakarta – Al Fajar Alam, mahasiswa Program Magister Ilmu Perikanan (MIP) Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil meraih predikat wisudawan terbaik di Fakultas Pertanian. Dengan peminatan Manajemen Sumberdaya Akuatik, Al Fajar memilih program studi ini karena sangat relevan dengan pekerjaannya. Al Fajar bekerja sebagai Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam menjalankan tugasnya, ia perlu memahami berbagai aspek kelautan, seperti kebijakan perikanan, stock assessment, serta oseanografi perikanan, yang semuanya tersedia dalam kurikulum MIP UGM. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menempuh pendidikan di kampus ini demi meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya di bidang perikanan.
Keberhasilannya dalam menyelesaikan studi dengan predikat terbaik tentu tidak lepas dari strategi yang diterapkannya. Al Fajar berbagi tips dalam menjaga konsistensi selama perkuliahan, yakni dengan menetapkan tujuan yang jelas sejak awal, seperti target IPK dan waktu kelulusan. Menurutnya, memiliki tujuan yang kuat dapat menjadi motivasi saat semangat mulai menurun. Selain itu, ia menekankan pentingnya determinasi untuk selalu memberikan hasil terbaik karena setiap kesempatan tidak selalu datang dua kali. Konsistensi dalam belajar dan bekerja menjadi kunci utama yang membantunya meraih prestasi akademik ini.
Mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi Al Fajar. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena pencapaian ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, dosen, serta rekan-rekan yang selalu memberikan dukungan. Perjalanan studinya penuh tantangan, terutama dalam membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan, namun dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil melewatinya dengan gemilang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan dapat membuahkan hasil yang luar biasa.
Dalam pesannya kepada mahasiswa lainnya, Al Fajar menekankan pentingnya menikmati setiap proses dalam perkuliahan. Menurutnya, momen belajar di kelas, mengerjakan tugas, dan menulis tesis harus dijalani dengan penuh kesadaran dan apresiasi agar beban yang dirasakan menjadi lebih ringan. Selain itu, ia juga menyarankan agar mahasiswa mampu membagi waktu dengan baik antara perkuliahan dan kehidupan pribadi. Setelah menyelesaikan tugas akademik, penting untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga serta menjalani hobi guna menjaga keseimbangan hidup. Tak kalah penting, menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup agar tetap dapat berpikir secara optimal.
Sebagai lulusan terbaik, Al Fajar memiliki harapan besar untuk Program MIP UGM agar terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan unggulan di bidang perikanan skala internasional. Ia berharap agar kampus ini semakin maju dalam menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mereka. Dengan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan, UGM dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global, terutama dalam bidang kelautan dan perikanan yang terus berkembang.
Selain aktif dalam akademik, Al Fajar juga memiliki pengalaman mengikuti berbagai konferensi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah berpartisipasi dalam The 7th Asian Society of Ichtyologist International Conferece Univeriti Sains Malaysia, The 6th EMBRIO International Symposium Institut Pertanian Bogor, The 12th Asian Ocean Color Workshop Universitas Udayana-Bali, Seminar Nasional Perikanan Indonesia ke-25 Politeknik AUP-Jakarta, The 8th International Conference on Tropical Region Universitas Diponegoro, The 5th International Conference on Fisheries and Marine Research Universitas Brawijaya, yang memperkaya wawasannya dalam bidang perikanan. Melalui pengalaman ini, ia semakin memahami dinamika global di sektor kelautan serta tantangan yang dihadapi industri perikanan di berbagai negara. Dengan pengalaman dan keilmuannya, ia siap untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan Indonesia ke depannya. Kisah wisudawan terbaik ini sesuai dengan tujuan global atau SDGS pada poin ke-4 : Pendidikan Bermutu, Poin ke-9 : Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, serta poin ke-17 : Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rafi Sukma Aulia
Editor: Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc